Bijak Menggunakan Internet, Inilah Cara Hapus Jejak Digital

Mar 22, 2021 Internet

Teknologi yang sudah semakin canggih secara tidak langsung akan menuntut penggunanya untuk semakin lebih cerdas dalam menggunakan teknologi termasuk juga dalam mengakses internet. Namun hingga saat ini masih banyak para pengguna yang tidak peduli akan hal itu dan juga sangat kurang waspada dalam menggunakan internet.

Meskipun terdengar sepele, informasi diri yang akan dicantumkan ke dalam akun Facebook, Twitter yang bisa dikatakan jejak digital. Akhirnya jejak digital pada internet bisa memunculkan berbagai potensi yang negatif bagi penggunanya. Misalnya, pencurian data hingga perbankan. Hal ini tentunya, sangat merugikan pengguna digital. Agar hal tersebut tidak terjadi dan Kalian semakin waspada dalam menggunakan internet, sebaiknya kalian simak ulasan yang berikut ini mengenai jejak digital hingga cara bijak untuk berselancar di digital yang telah kalian cermati.

Pengertian Jejak Digital

Menurut TechTerms, jejak digital adalah jejak data yang muncul ketika seseorang menggunakan internet di perangkat komputer atau laptop, smartphone dan lainnya. Bentuk dan sumbernya pun bermacam, dari situs yang dikunjungi, email yang dikirimkan, dan informasi lain yang ‘disetor’ ke berbagai layanan online. Pengguna internet juga perlu tahu bahwa terdapat 2 jenis jejak digital, yaitu:

  • Jejak Digital Pasif

Data yang ditinggalkan oleh pengguna tanpa disadari. Contohnya kecilnya saja, ketika seseorang hendak pergi ke suatu tujuan dengan mengandalkan aplikasi Google Maps pada smartphone sebagai penunjuk arah. Berbagai rute yang telah dilalui tanpa disadari akan terekam oleh digital. Selain itu, ketika pengguna mengunjungi suatu laman untuk mencari berbagai informasi, maka server tempat situs tersebut akan menyimpan alamat IP (Internet Protocol) pengguna. Dari IP tersebut bisa diketahui internet service provider (ISP) yang dipakai hingga perkiraan lokasi pengguna mengakses situs tersebut.

  • Jejak Digital Aktif

Data yang secara sengaja dibuat atau ditinggalkan oleh pengguna. Contohnya, berupa unggahan foto, video dan status di berbagai media sosial yang dimiliki, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan lainnya. Bukan hanya itu saja, dokumen-dokumen yang dikirim melalui email juga akan meninggalkan jejak digital.

Jejak digital Memiliki Potensi Merugikan

  • Perusahaan akan Mempertimbangkan Pelamar Kerja dari Jejak Digital

Sekarang ini hampir semua perusahaan baik negeri maupun swasta tidak hanya melihat kriteria pelamar kerja dari dokumen CV saja. Akan tetapi, perusahaan juga melihat rekam jejak digital pelamar melalui akun media sosial yang sudah dicantumkan pada CV pelamar.

Dari unggahan foto, video, caption di media sosial tersebut perusahaan bisa melihat dan membaca karakter pelamar kerja secara langsung. Jika calon pelamar tersebut selalu mengunggah hal-hal yang negatif seperti kata-kata yang tidak sopan, maka perusahaan tentunya tidak akan menerima calon pekerja. Hal inilah yang membuat sekarang lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Begitu sebaliknya, jika pelamar kerja selalu mengunggah hal-hal yang positif, maka kemungkinan besar perusahaan akan menerima calon pelamar kerja tersebut.

  • Menimbulkan Pencemaran Nama Baik

Pencemaran nama baik tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tapi seseorang juga bisa mencoreng nama baik di dunia maya. Mudah saja, orang tersebut akan membeberkan jejak digital kalian yang lalu melalui postingan di berbagai media sosial yang digunakan.

  • Seseorang Tidak Dikenal Bisa Mengakses Data Pribadi

Masih banyak pengguna internet yang kurang menyadari bahwa jejak digital yang ditinggalkan bisa merugikan diri sendiri. Misalnya saja, mengunggah data pribadi dalam bentuk foto atau video seperti KTP atau SIM dan juga biodata yang dicantumkan pada sebuah akun media sosial atau situs lainnya bisa diketahui oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Dari data tersebut, seseorang atau pelaku bisa saja mengakses data pribadi kalian untuk hal lain yang membuat kalian merugi. Misal, mencantumkan data pribadi kalian untuk membeli barang-barang mahal, atau mendaftarkan data kalian untuk mengajukan pinjaman online dan lainnya.   

  • Pencurian Perbankan

Tidak bisa dipungkiri sekarang ini banyak terjadi pencurian perbankan seperti pembobolan rekening, transaksi kartu kredit dengan jumlah jutaan tanpa disadari nasabah dan lainnya. Biasanya, oknum akan melakukan pencurian perbankan tersebut dengan mengandalkan data-data pribadi yang terekam pada digital.

Cara Hapus Jejak Digital

Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena jejak digital, sebaiknya segera cek kembali penelusuran internet yang pernah kalian lakukan. Setelah itu, jangan menunda waktu untuk menghapus jejak digital tersebut.

Tak perlu panik, berikut beberapa cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk hapus jejak digital yang dikutip dari akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika, di antaranya yaitu:

  • Bila berupa unggahan foto, video, dan status di media sosial, kalian bisa menghapusnya secara mandiri
  • Bila ingin menghapus akun secara keseluruhan di media sosial atau laman, maka kalian bisa mengikuti aturan dan cara masing-masing yang telah ditentukan
  • Kalian juga bisa langsung menghubungi layanan customer service atau pemilik platform untuk mendapatkan informasi lengkapnya mengenai menghapus jejak digital atau akun yang dimiliki.
  • Mengatur akun Google untuk meningkatkan privasi dan mengurangi pengumpulan data.

Cara Bijak Menggunakan Digital

Mengingat dari jejak digital tersebut bisa menimbulkan kerugian, maka kalian perlu waspada dalam berinternet. Ada beberapa cara bijak dalam menggunakan digital, sehingga bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu:

  • Membaca syarat dan ketentuan ketika mengunduh aplikasi atau membuat akun media sosial
  • Membuat password atau PIN (Personal Identification Number) yang unik dengan menggabungkan huruf, angka, dan simbol. Usahakan untuk menjaga password tersebut sehingga tidak ada orang lain yang tahu. Agar lebih aman, ubah password secara berkala.
  • Mengunggah hal-hal yang positif di berbagai media sosial yang dimiliki
  • Dilarang mengunggah informasi sensitif seperti data pribadi seperti KTP, SIM, Passport, PIN dan lainnya di media sosial
  • Menghapus email, akun media sosial atau platform lainnya yang sudah jarang atau tidak terpakai lagi.
  • Gunakan aplikasi penghapus postingan media sosial mulai dari foto atau video, likes, komentar yang pernah diunggah. Berikut beberapa aplikasi penghapus konten di media sosial bisa dalam jumlah banyak sekaligus
  • Agar lebih aman ketika ingin mencari informasi, kalian bisa menggunakan mode samaran saat browsing di internet.
  • Berhenti berlangganan mailing list atau newsletter

Mempertimbangkan dengan Matang Saat Menggunakan Digital

Penggunaan digital yang sangat mudah membuat seseorang terlarut dalam menggunakan internet yang membuat pengguna tidak menyadari akan adanya sisi bahaya dari jejak internet. Untuk itu, kalian perlu mewaspadai di setiap kegiatan yang berhubungan dengan digital. Sebaiknya, pertimbangkan dengan matang, mana hal baik yang bisa dilakukan dan hal buruk yang harus ditinggalkan ketika berselancar di internet.

Jadi kalian para pengguna internet harus lebih selektif lagi untuk menggunakannya karena jejak digital tidak akan bisa dihapus dengan hingga bersih sehingga akan banyak jejak yang akan kalian tinggalkan. Kalian juga harus hati hati mengenai hal tersebut karena perusahaan sekarang ini sudah melihat kegiatan kita melalui rekam jejak yang kita tinggalkan di sosial media.